Ambasador Cellular

Pengguna Handphone


    Review: Samsung Galaxy S4 GT-i9500

    Share

    wiewiellen
    Admin
    Admin

    Male Jumlah posting : 340
    Registration date : 23.10.08

    Review: Samsung Galaxy S4 GT-i9500

    Post by wiewiellen on Thu May 09, 2013 11:13 am

    Tanggal 2 Mei lalu, Samsung secara resmi mengumumkan peluncuran Samsung Galaxy S4 di Indonesia. Meski dianggap membosankan, apalagi dengan desain dan bahan bodi plastik yang tidak beda jauh dengan pendahulunya, Galaxy S III, namun smartphone flagship Samsung untuk tahun 2013 ini memang ditunggu banyak orang, menyusul kesuksesan seri-seri Galaxy S sebelumnya.

    Untuk jeroan, SGS4 sudah menggunakan spek terkini, seperti prosesor Exynos 5 dengan dua buah prosesor quadcore, RAM 2GB, layar Super AMOLED 4,99 inci Full HD 1920 x 1080 piksel dengan kepadatan piksel 441 ppi, kamera utama 13MP serta batere berkapasitas 2600mAh. Untuk fitur-fitur, seperti biasa Samsung mendandani flagship-nya dengan bejibun fitur unik bawaan, seperti fitur Dual Camera yang bisa memotret berbarengan, Drama Shot, dan Sound & Shot.

    Galaxy S4 memiliki teknologi untuk memudahkan kegiatan sehari-hari, dengan fitur Group Play, Air Gesture, Air View, Smart Pause serta Smart Scroll, S Translator dan S Health. Samsung membanderolnya dengan harga Rp. 7499.000,
    apakah harga tersebut sebanding dengan performanya secara keseluruhan?

    Paket Penjualan:
    Dus
    in-ear stereo headset + earbud beberapa ukuran
    Charger
    Kabel data Micro USB





















    Desain dan Bodi

    Tidak bisa dipungkiri, desain Galaxy S4 memiliki kemiripan yang sangat kentara dengan Galaxy S III.

    Desain melengkung yang diklaim untuk manusia, sudut-sudut yang melengkung, tombol Home di bawah layar, dan desain keseluruhan, yang juga merupakan signature Samsung saat ini. Jika Anda melihat sekilas, mungkin Anda tidak bisa membedakan mana SIII mana S4.

    Perbedaan yang paling kentara adalah pola-pola berbentuk belah ketupat di seluruh bodi ponsel, dan bezel silver dari plastik yang sedikit lebih tebal. Secara keseluruhan, bahkan feel menggenggamnya pun ala SIII, enak digenggam karena sudut-sudut melengkungnya, kelemahannya pun sama, bahan plastik glossy membuat ponsel ini cukup licin, hati-hati jika tangan Anda mudah berkeringat.

    Feel premium seperti pada Sony Xperia Z dan HTC One tidak akan Anda dapatkan di SGS4, meski tidak terasa murahan juga, build quality pun termasuk sangat bagus.
    Satu lagi, casing belakang lebih rata dari S III.
    Meski menggunakan layar 5 inci, lebih besar dari S III (4,8 inci)
    namun nyatanya S4 lebih tipis dan ringan dari pendahulunya, meski tidak terlalu jauh perbedaannya.




    Di atas layar, ada beberapa sensor maupun pernik-pernik. Ada lampu LED notifikasi, sensor proksimitas, sensor untuk fitur gesture, sensor cahaya dan kamera depan 2MP. Masih ditambah dengan earpiece dan logo Samsung, membuat bagian ini terlihat agak terlalu ramai, apalagi perangkat yang kami review berwarna putih.

    Di bawah layar 5 inci ada tombol Home yang diapit dua tombol sentuh Menu dan Back, ini merupakan ciri tradisional Samsung Galaxy. List yang berwarna silver di sekeliling ponsel lebih tebal dan besar dibanding SIII, memberi kesan kokoh, padahal tetap terbuat dari plastik. Tombol volume ada di sisi kiri, sementara tombol power/lock di sisi kanan.






    Port micro USB di bawah, sementara jack audio 3.5 mm di bagian atas. Di bagian belakang casingnya bisa Anda lepas, untuk kemudian mengganti batere, kartu micro SIM dan micro SD.




    Layar

    Jajaran Samsung Galaxy S selalu menggunakan layar tipe Super AMOLED, demikian juga dengan S4. Ponsel ini menggunakan layar Super AMOLED 5 inci dengan resolusi 1920x1080 piksel alias Full HD, resolusi yang menjadi fitur unggulan beberapa smartphone kelas atas di tahun 2013 ini.
    Meski layar masih menggunakan Pentile Matrix yang hanya terdiri dari 2 subpiksel (layar tipe lain menggunakan RGB 3 subpiksel), namun kepadatan pikselnya yang mencapai 441 piksel per inci, membuat layar terlihat sangat tajam.


    Untuk kualitas layar, dari segi tingkat kontras dan kepekatan warna hitam tidak perlu ditanyakan lagi, layar jenis OLED memang nomor satu untuk kedua hal tersebut.
    Untuk kecerahan layar mungkin kalah dengan layar tipe LCD / IPS, namun, layar S4 diklaim lebih natural dibanding tipe Super AMOLED lain.
    Tingkat saturasi masih tinggi, warna yang muncul juga masih sangat eye candy, tidak terlalu terang dan tetap adem meskipun menggunakan tingkat kecerahan tertinggi.


    Jika Anda kurang suka dengan karakteristik layar OLED yang agak kurang natural,
    ada beberapa mode pada layar yakni Standart, Dynamic, Professional photo dan Movie.

    Selain itu Samsung juga menyediakan fitur Adapt Display, untuk memberi tampilan optimal sesuai dengan keadaan ruangan (menggunakan sensor RGB di bagian atas layar)
    dan aplikasi yang digunakan, jadi tidak hanya memainkan tingkat kecerahan, namun juga tingkat warna / RGB. Ada juga fitur High Touch Sensitivity,
    yang jika diaktifkan akan meningkatkan sensitivitas layar untuk Anda yang menggunakan sarung tangan tetap bisa mengoperasikan ponsel.
    Menggunakan sarung tangan motor dan memang layar ponsel masih bisa digunakan meskipun sarung tangan tersebut cukup tebal.








    Input dan Kontrol

    Untuk metode input teks ada dua jenis yakni Google Voice Typing dan Samsung Keyboard. Fitur yang yang tersedia adalah Predictive text, continous input (seperti Swype),
    auto capitalization,auto spacing dan lain-lain.

    Untuk handwriting recognition ada beberapa pengaturan seperti recognition type, ketebalan pen, warnanya dan lain-lain.
    Jika Anda kurang suka dengan keyboard QWERTY, pada posisi portrait Anda bisa mengubahnya menjadi keypad 3x4 (abc).

    Mengetik satu tangan di keyboard QWERTY dalam posisi portrait masih dapat dilakukan, meskipun agak sulit jika menulis kata yang ada huruf dari ujung ke ujung,
    seperti A ke P, L ke Q, dan saat menulis spasi kadang terpencet V. Maka, dianjurkan mengetik dengan dua tangan jika menggunakan S4.






    Galaxy S4 dilengkapi dengan berbagai input dan pengontrolan ponsel yang menarik,
    dengan berbasis gerakan, gesture, maupun yang memanfaatkan kamera depan dan input suara.

    Fitur-fitur tersebut seharusnya cukup berguna, namun tidak semuanya berfungsi maksimal, tampaknya ke depannya masih harus disempurnakan oleh Samsung. Biasanya fitur-fitur yang berhubungan dengan kamera depan yang kadang tidak berfungsi jika pencahayaan rendah.

    Masing-masing fitur di bawah ini bisa dinon aktifkan jika Anda tidak membutuhkannya, selain dari menu setting, juga bisa dari bar notifikasi (dengan Quick Toggle).




    Motion and Gestures:

    Air Gesture: mengontrol ponsel dengan menggunakan gesture tertentu dengan tangan Anda

    Motion: mengontrol perangkat dengan gerakan natural, seperti Direct Call (ketika ponsel menerima panggilan, otomatis akan menjawab ketika Anda tempelkan ponsel ke telinga), Zoom pada gambar di galeri dengan gerakan memiringkan ponsel sambil menempelkan dua jari pada layar dan lainnya.

    Palm Motion: mengontrol perangkat dengan menyentuh layar dengan tangan Anda (ya, tangan, bukan jari) misalnya melakukan screenshot pada layar dengan menyapukan tangan dari kiri ke kanan atau sebaliknya.








    Smart Screen

    Smart Stay:
    fitur ini sudah diperkenalkan sejak SIII, fitur ini membuat layar tetap menyala jika Anda menatap layar dengan menggunakan kamera depan secara periodik untuk mengecek mata Anda.

    Smart Rotation:
    orientasi layar tergantung pada sudut penglihatan Anda, jadi ketika Anda tidur sambil menyamping, layar tidak akan ikut berputar meskipun Anda menggunakan auto-rotation.

    Smart Pause:
    Otomatis menghentikan video sesaat ketika perangkat mendeteksi kalau wajah Anda menjauh atau menengok dari layar.
    Ketika Anda kembali menatap layar, video kembali dimainkan.
    Smart Scroll: Layar otomatis tergulung ke atas/bawah ketika Anda mendongak atau menunduk, berlaku ketika menjelajahi web dengan browser bawaan.
    Ini fitur yang paling sulit diterapkan.








    Air View

    Air View menolong Anda menunjukkan informasi tanpa harus menyentuhkan jari Anda ke layar. Jika di Note II Anda harus pakai S-Pen untuk fitur ini, di S4 cukup tangan Anda saja.
    Air View memperlihatkan preview saat memutar video, melihat folder dengan album foto, memperlihatkan nama kontak di Speed Dial dan sebagainya.






    Voice Control

    Mengontrol ponsel dengan suara, yang bisa Anda lakukan:

    Menjawab atau menolak panggilan masuk maupun panggilan dari Chat On dengan perintah Answer dan Reject.

    Mematikan alarm dengan perintah suara Stop dan Snooze.

    Menjepret foto di aplikasi kamera dengan perintah Smile, Cheese, Capture atau Shoot.

    Mengontrol pemutar musik bawaan dengan perintah Next, Previous, Pause, Play, Volume Up dan Volume Down.




    Phonebook dan Messaging

    Dalam menu Kontak terdapat grup dan favorit untuk kemudahan pengelompokkan rekan Anda. Seperti perangkat Android lainnya contact dapat anda sinkronisasikan dengan akun GMail, Facebook, dan lainnya.

    Untuk kontak baru, beberapa field tambahan yang bisa dipilih adalah ringtone, IM, Email, Postal, Organization, Notes, Nickname, Website dan Internet Call. Ada kemudahan untuk SMS dan menelepon yakni gesture ke samping kanan atau kiri saat memilih sebuah kontak untuk langsung memanggil atau mengirim SMS.

    Dengan fitur Air View, ponsel akan memperlihatkan nama kontak di Speed Dial ketika Anda mendekatkan jari ke nomor tersebut.



    SMS tertampil dalam threaded mode layaknya chatting.
    Pengaturan pada SMS cukup banyak, antara lain latar belakang dengan gambar dari galeri, limit text message, delivery report, pengaturan SMS, dan ringtone serta notifikasi. Ada juga fitur Lock Message dan Scheduled Message, serta penjaring Spam (bisa memilih nomor tertentu dan frasa kata tertentu).

    Email didukung dengan Google Mail tampil dengan sempurna dan akan sangat membantu Anda yang pekerjaannya berkutat dengan email. Instant messenger bawaan adalah gTalk, Google+ Messenger dan Samsung ChatOn.





    Antar Muka

    User interface di Galaxy S4 masih memiliki ciri khas yang didapat sejak TouchWiz di Galaxy S pertama.
    Jika di SIII temanya adalah Design for Nature, maka di S4 tema keseluruhan ponsel ini adalah Life Companion sehingga sangat banyak fitur yang ditambahkan oleh Samsung, jadi pengalaman ber-Android di ponsel Galaxy S selalu lebih berwarna dibanding Android Standar misalnya.

    Galaxy S4 sendiri sudah menggunakan Android 4.2.2 Jelly Bean. Performanya sendiri tidak usah dipertanyakan, amat mulus, lag meskipun tetap ada namun sangat minimal kemunculannya. Perangkat keras teratas saat ini ditambah lagi dengan Project Butter pada Jelly Bean memungkinkan performa lancar pada Galaxy S4.
    .
    Di Lock Screen, Anda bisa menggunakan mode Swipe normal (bisa pilih efek air atau cahaya), atau memilih yang lebih aman, seperti Face Unlock, Face and Voice, Pattern, PIN, dan Password.
    Anda bisa menampilkan widget berupa aplikasi favorit atau kamera, jam atau pesan personal (bisa Anda ubah sendiri, default-nya Life Companion).

    Selain widget, Anda bisa menambahkan akses pintas 5 aplikasi utama: Phone, SMS, Google Search, Browser dan Kamera. Di Lock screen Anda masih bisa mengakses bar notifikasi, yang cukup memudahkan untuk langsung masuk ke sebuah aplikasi yang memberi notif, langsung dari lockscreen.






    Halaman homescreen secara default ada 5 halaman, maksimal 7 halaman, Anda bisa pilih halaman mana yang jadi Home secara default.
    Keseluruhan halaman ini dapat anda kustomisasi dengan berbagai macam widget, wallpaper, live wallpaper, dan akses pintas aplikasi.

    Seperti perangkat Android lain, S4 dilengkapi dengan Recent Apps sekaligus task manager yang bisa diakses dengan menahan tombol home selama beberapa detik saja.

    Task Manager ini dilengkapi tombol tambahan yaitu Remove all yang akan memudahkan Anda untuk menutup seluruh aplikasi yang masih terbuka atau berjalan di background.



    Bar notifikasi di ponsel ini mungkin adalah yang terbaik ketimbang ponsel Android lainnya.
    Untuk informasi, ada jam, tanggal, serta akses pintas ke menu Setting. Di bawahnya, ada 5 Quick Toggle utama yakni WiFi, GPS, Sound, Screen Rotation dan Bluetooth.

    Quick Toggle ini bisa diperluas, ada 20 buah totalnya, dari Mobile Data sampai pengaturan kontrol dan gesture seperti Air View, Air Gesture, Smart Stay, Smart Scroll bisa diaktif/non-aktifkan dari sini.

    Susunan Quick Toggle, termasuk 5 yang muncul sebagai Quick Toggle utama, bisa diubah sesuka Anda. Di bar notifikasi juga ada pengaturan tingkat kecerahan layar. Menariknya, dalam mode Auto masih ada pengaturan tingkat kecerahan lagi





    Untuk Menu utama, seperti biasa terbagi jadi Apps dan Widgets.
    Aplikasi tersusun dalam format 4x5 per halamannya, yang terbagi dalam format horisontal. Anda bisa membuat folder baru dan menyembunyikan sebuah aplikasi dari menu utama.

    Susunan aplikasi bisa diubah sesuka Anda, maupun disusun secara alfabetis. Jika tidak suka format grid/thumbnail, Anda bisa mengubahnya menjadi format List.





    Menu Setting / Pengaturan kini lebih berbeda, terbagi menjadi 4 kategori yakni

    Connections (WiFi, Bluetooth, Data dan lain-lain),My Device,
    Accounts dan More (lokasi, keamanan, manajer aplikasi, batere, storage,
    waktu dan About). Pengaturan untuk antarmuka sangat lengkap, dari ukuran huruf, jenis huruf,
    menampilkan persentasi batere,auto rotate, Daydream dan pengaktifan Multi Window.





    Samsung tidak menyia-nyiakan spek tinggi pada beberapa perangkatnya dengan menyertakan fitur Multi Windows.
    Fitur yang juga ada di Note II dan tablet Note ini berjalan cukup lancar, dengan beberapa aplikasi yang mendukungnya seperti galeri foto, pemutar video, browser, Youtube dan sebagainya.

    Caranya cukup mudah, dengan menahan tombol Back selama beberapa detik, maka di sebelah kiri layar akan muncul aplikasi-aplikasi yang siap untuk dijalankan berbarengan.
    Lalu, pilih salah satu ikon aplikasi, tarik ke bagian layar yang diinginkan. Ukuran bagian layar yang digunakan sebuah apps bisa Anda tarik untuk lebih besar atau sebaliknya.

    Performanya mulus, meskipun Anda memutar video Full HD dari pemutar video bawaan berbarengan dengan memutar video HD pada aplikasi Youtube sekalipun. Pastinya, fitur ini akan sangat berguna sebagai fitur penambah produktivitas, dan menjadi nilai plus bagi Galaxy S4 dibanding ponsel flagship lainnya.






    Kamera
    Dalam hal resolusi, Galaxy S4 mengalami peningkatan dari SIII, dari kamera 8MP menjadi 13MP. Namun resolusi hanya satu faktor, bagaimana kualitas keseluruhan dari S4, apakah lebih bagus dari pendahulunya?

    Yang jelas, banyak fitur yang ditambahkan oleh Samsung. Kita lihat dulu dari antarmuka, yang terlihat lebih simpel dari sebelumnya. Kini untuk foto dan video disatukan antarmukanya, dengan dua tombol shutter di sebelah kanan.

    Di bawah kedua tombol shutter, ada Mode, yang terdiri dari beberapa Mode yang menjadi salah satu keunggulan Galaxy S4 yakni Auto, Beauty Face, Best Photo, Drama, Animated Photo, Rich Tone (HDR), Eraser, Panorama, Sport, Best Face, Sound & Shot dan mode Night.
    Ada informasi sekilas penjelasan mengenai tiap Mode jika Anda memilihnya.






    Animated Photo:
    memungkinkan pengguna untuk mengambil serangkaian foto, dan memilih salah satu bagian di gambar tersebut untuk bergerak, sementara bagian lain tetap diam.

    Sebelum disimpan, Anda akan diminta untuk memilih mana yang bergerak, mana yang freeze atau diam. Gerakannya bahkan bisa dimaju-mundurkan. Hasilnya ada dalam format .gif dengan resolusi 764x430 piksel saja, namun cukup lucu dan menarik.



    Eraser:
    mode ini berguna untuk menghapus objek bergerak. Misalkan Anda sedang difoto, namun tiba-tiba ada orang lewat, nah orang tersebut bisa dihapus.




    Selain Mode, ada juga fitur Dual shot,
    yang memungkinkan pengguna untuk mengambil gambar/video dari kedua kamera (depan+belakang) secara bersamaan. Pengguna dapat memilih bermacam-macam pigura/frame yang ada sebagai inset bagi sebuah foto.

    Foto inset berukuran kecil ini bisa dipilih, dari kamera depan atau belakang. Pigura/framenya ada Stamp (perangko), Oval Blur, Fisheye dan lain-lain. Foto tersimpan dalam resolusi 4096x2304 piksel.

    Ukuran inset bisa diperbesar dan bisa dipindah-pindahkan, bahkan saat Anda sedang merekam video. Waktu merekam video dengan mode dual shot juga Anda bisa menukar posisi untuk foto inset dan foto utama, apakah menggunakan kamera depan atau belakang.





    Hasil kamera tergolong bagus, dengan detil yang bagus dan secara pewarnaan memuaskan. Namun untuk pemotretan dalam kondisi kurang cahaya, tampaknya S4 harus kalah dibandingkan dengan Lumia 920.

    Karena resolusi foto terlalu besar, maka kami tidak dapat menampilkannya disini..

    Untuk yang ingin melihat/mengunduh hasil foto galaxy S4,
    silakan download ke link ini Download


    Galeri Foto

    Tampilannya ada 3 jenis, normal (Folder) dan mode spiral. Foto bisa disusun berdasarkan album, time, lokasi, orang (menggunakan face recognition), grup dan favorit.
    Jika membuka sebuah folder/Album, tampilannya terbagi dua, dengan album-album di sebelah kiri dan foto-foto di dalam album yang dipilih ada di sebelah kanan, memanfaatkan luasnya layar Galaxy S4.

    Foto-foto yang ada bisa ditambahkan tag wajah teman Anda, bisa diberi catatan tulisan tangan Anda di balik foto (seperti pada foto betulan), di-rotate dan di-crop atau diedit menggunakan editor bawaan Android.

    Yang cukup menarik adalah fitur Detect Text, fitur ini bekerja cukup baik, jika Anda memilih bahasa yang benar dan sesuai dengan teks, teks juga sebaiknya jangan terlalu kecil atau terlalu banyak.








    Pemutar Video

    Seperti yang sudah-sudah, Pemutar Video di jajaran Galaxy S selalu diperhatikan dengan baik oleh Samsung. Dari sejumlah video 1080p yang kami masukkan ke Galaxy S4 (.mp4, .mkv, .wmv, .avi, .mov) hanya file .mov yang tidak bisa terbaca di aplikasi video terdedikasi ini.

    File .M2ts (file bluray) yang di-rename menjadi .mp4, serta sebuah video .mkv 720p 60 fps semua diputar dengan amat lancar. Untuk Subtitel berformat .srt bisa dibaca dengan sempurna, bahkan memiliki banyak pengaturan, yakni sinkronisasi, pemilihan file subtitle, jenis, ukuran dan warna huruf, serta warna latar di subtitle agar lebih murah terbaca. Video bisa dilihat berdasarkan thumbnail, list dan folder.

    Dalam mode thumbnail, Galaxy S4 menunjukkan kekuatannya. Tiap video dibuatkan thumbnails berupa preview gambar bergerak dari isi video yang diwakili oleh thumbnail tersebut.
    Sementara itu fitur-fitur yang ada antara lain chapter preview (dengan Air View), trim, tag buddy, video auto off, play speed, sound alive (virtual 7.1 channel dan setingan ekualiser lainnya), dan Smart Pause (Otomatis menghentikan video sesaat ketika perangkat mendeteksi kalau wajah Anda menjauh atau menengok dari layar.

    Ketika Anda kembali menatap layar, video kembali dimainkan). Ada fitur Pop up Play , fitur ini memungkinkan pengguna yang sedang menonton video untuk mengecilkan layar video yang memudahkan Anda untuk melakukan aktivitas lain secara bersamaan.

    Video akan tetap berjalan di saat Anda sedang melakukan kegiatan lainnya (browsing, chatting, email,dll). Posisi pop up layar video tersebut dapat Anda pindah sesuka hati, lalu bisa diperbesar dengan pinch to zoom. Performanya lancar-lancar saja.






    Pemutar Musik

    Pemutar musik bawaan pada Galaxy S4 ada dua buah, yakni pemutar musik dari Google dan pemutar musik bawaan buatan Samsung.
    Untuk pemutar musik bawaan Samsung, sebetulnya tidak beda jauh, hanya lebih dipermanis saja.

    Lagu-lagu yang ada di Music Player dapat Anda lihat berdasarkan kategori seperti: all, playlist, album, artists, music square, dan folder. Mengenai music square, fitur ini membagi music berdasarkan jenis nadanya, passionate, exciting, calm atau joyful.

    Sedangkan fitur-fitur lainnya adalah Sound Alive (equalizer pop, rock, virtual 7.1 channel, custom dan sebagainya), menampilkan lirik lagu, mengubah kecepatan pemutar musik dan auto off music player setelah jangka waktu tertentu.





    Konektivitas

    GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
    HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100
    Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac
    Bluetooth 4.0
    NFC dengan kemampuan S Beam
    Infrared port (bisa menjadi Remote TV atau perangkat lain)
    USB 2.0 dengan port MicroUSB, memiliki konektivitas MHL dan USB On The Go
    .
    .
    Web Browser

    Ada dua buah browser yakni Google Chrome dan browser bawaan. Browser bawaan mampu membuka banyak sekali tab, kami mencoba sampai 25 tab masih bisa ditambahkan.

    Pada bagian atas terdapat tombol back dan forward, kolom alamat website, bookmark, dan tab. Selain itu terdapat juga fitur Incognito browser yang memungkinkan Anda untuk melakukan browsing tanpa meninggalkan jejak seperti history, cookies, password, dan lain sebagainya, pengaturan tingkat kecerahan layar, Print dan Save for offline reading.

    Performa browsernya sangat lancar, tidak terasa lag saat melakukan scrolling dan zooming meskipun membuka website seperti TeknoUp versi desktop. Browser ini memiliki fitur Smart Scroll: Layar otomatis tergulung ke atas/bawah ketika Anda mendongak atau menunduk, namun fitur ini cenderung sulit diterapkan.

    Namun Anda bisa mengatur agar memiringkan ponsel bisa otomatis menggulung layar, yang lebih mudah dilakukan oleh ponsel ini. Fitur Air Gesture untuk menggeser-geser halaman web juga masih bisa dilakukan dengan lancar.

    Untuk kemudahan membaca sebuah artikel, ada fitur Reader, yang membuat artikel dibaca seakan-akan merupakan sebuah e-Book.

    Hasil Benchmark:

    AnTuTu: 27931 poin



    Quadrant Standart: 12645 poin



    Multitouch Tester: maksimal 10 sentuhan


    NenaMark 2: 59.9 frame per detik



    Daya Tahan Batere
    Tes Browsing: 36 menit habis 8 persen, menggunakan wifi, tingkat kecerahan 50 persen. Dengan kata lain dari 100-0% = 450 menit (7 jam 30 menit)

    Tes Screenshot (selama kurun waktu melakukan screenshot untuk review ini, dimana hampir seluruh fitur dicoba, dan tenaga ponsel benar-benar diperas, layar menyala terus menerus): Dalam waktu 60 menit habis 23 persen (brightness 50%, Wifi only). Dengan kata lain dari 100-0% = 260 menit (4 jam 20 menit)


    Video playback: tingkat kecerahan 50 persen, internet terhubung menggunakan WiFi, memutar video Full HD MKV selama 30 menit turun 7 persen. Dengan kata lain dari 100-0% = 428 menit (7 jam 8 menit).


    Seluruh review daya tahan batere, ponsel dalam mode Normal, bukan dalam mode Power Saving. Fitur-fitur gestur menyala semua, internet terhubung via WiFi. GSM dimatikan. Mengenai panas, memang setelah dipakai kerja berat ponsel ini cukup panas,
    namun sejauh ini masih wajar.

    Kesimpulan
    Dari luar, secara fisik boleh dibilang Galaxy S4 membosankan,
    apalagi dengan desain dan bahan bodi plastik yang tidak beda jauh dengan pendahulunya, Galaxy SIII.

    Feel premium yang didapat di iPhone 5, HTC One, Xperia Z, BlackBerry Z10, bahkan Oppo Find 5, tidak didapat di Galaxy S4.
    Namun, Galaxy S4 dilengkapi dengan berbagai fitur unik yang tidak ada di ponsel-ponsel yang disebutkan di atas, juga input dan pengontrolan ponsel yang menarik, dengan berbasis gerakan, gesture, maupun yang memanfaatkan kamera depan dan input suara. Fitur-fitur tersebut seharusnya cukup berguna di tangan yang tepat.

    Belum lagi faktor seperti layar Super AMOLED 1080p yang cemerlang, performa yang amat mumpuni, juga daya tahan batere yang cukup bagus. Dikarenakan fitur-fiturnya, baik dari software, hardware, maupun gimmick seperti Air View, Air Gesture dan sebagainya, boleh dibilang Samsung Galaxy S4 adalah smartphone tercanggih di dunia saat ini.
    Tidak salah jika Samsung memberikan tagline ''Life Companion'' pada flagship mereka tahun ini.

    Kelebihan

    Performa bagus, dengan dukungan hardware teratas saat ini
    Layar 1080p Super AMOLED 5 inci
    Gimmick seperti Group Play, Air Gesture, Air View, Smart Pause serta Smart Scroll dan sebagainya
    Menggunakan OS Android terbaru 4.2 dengan Antarmuka TouchWiz yang memiliki banyak fitur tambahan
    Slot micro SD
    Batere removable
    Fitur kamera memiliki banyak mode, serta mode Dual Shot


    Kekurangan

    Desain tidak beda jauh dengan SIII
    Bahan bodi dari plastik, tidak memberi feel premium seperti pesaingnya
    Bodi licin dan mudah kotor terkena sidik jari
    Tidak ada port HDMI
    Tidak semua gimmick bekerja dengan lancar
    .

      Similar topics

      -

      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 9:06 pm